Sandiaga VS KH. Ma’ruf – Pandangan Ustad Al Qahwah Yang Tidak Biasa

Bismillahirrahmanirrahim

Saya Al-Gobenzky, Pimpinan pondok pesantren dan pengajian al-qahwah al Arabica , Desa Antapani Kecamatan Antapani Bandung

Ini tulisan pertama saya disitus ini, dan terus terang saya agak kikuk. Namun Saya percaya ini hanya bagian dari learning curve dan akan mengalir dengan sendirinya.

Ilustrasi Sandiaga VS KH Ma'ruf. Image courtesy of https://www.hersubenoarief.com
Ilustrasi Sandiaga VS KH Ma’ruf. Image courtesy of https://www.hersubenoarief.com

Tentunya kita sudah jengah dengan gesekan-gesekan yang tidak penting ditingkat grass root terkait PILPRES 2019 kali ini. Ya, cacian – makian – dan aksi baper lain nya Saya saksikan langsung dari diskusi pada beberapa forum Whatssapp group yang saya ikuti. Kalau tidak percaya, Saya sertakan capture nya ya..

Awalnya : O.. ow.. what, am I stupid or just a freakin’ smart ass ?

Dibalas dengan:

Makin panas…

Tambah sedikit kompor…

Suasana makin ga jelas…

Akhirnya solusi cerdas !

Menyedihkan bukan, begitulah sepintas gesekan ditingkat rakyat jelata. Sesuatu yang tidak akan terjadi dilevel elit politik.

Tapi bukan itu yang akan saya bahas kali ini, pengantar diatas hanyalah satu dari motivasi saya membuat tulisan ini. Boom, malam nya ada debat Cawapres ditelevisi, wah keadaan dunia akan gempar nih. Benar saja, beberapa wag yang saya ikuti mulai menampilkan gesekan-gesekan khas rakyat jelata. Saya menahan diri untuk tidak menyaksikan secara live, karena sebagai seorang praktisi dunia broadcast saya paham bahwa live show akan melibatkan emosi kita lebih dalam. Saya tunda sampai pk. 02 dini hari untuk menyaksikan melalui tv on demand.

Alhamdulillah , dalam keadaan santai saya bisa memberi review lebih objektif (objektif menurut saya pribadi). Berikut adalah hasil review saya terhadap penampilan Sandiaga dan KH Ma’ruf dalam debat cawapres Indonesia 2019:

Opening stage dan bumper .

Tata lampu, tata musik dan tata panggung sudah menunjukkan dengan terang benderang pada para audience bahwa ini adalah “just another tv show” bukan sesuatu yang urgent atau majestic. So, buat yang baper gara-gara acara ini, kasian deh loe.

Penampilan pembuka

KH Ma’ruf : Patut diacungi jempol, beliau membuka dengan tata kalimat yang membuat saya fokus pada ucapannya. Menurut seorang rekan hal itu wajar mengingat jam terbang dia sebagai mubaligh, dai yang sering berceramah

Sandiaga: Sedikit mengecewakan, saya membaca sedidikt dagdigdug berlebih dari bang Sandi. 5% lebih inferior dibanding pak Ma’ruf

Penilaian Penampilan dari ilmu Fisika:

Bang Sandiaga:

Melakukan pelanggaran yang mengacu pada tata krama dimanual tutorial “john robert powers” : tangan nya terlalu banyak bergerak..distracting himself specially audience. Struktur mendongeng nya acak-acakan. Speed bicara kecepetan, tone suara kurang deep.

KH Ma’Ruf:

Terlalu banyak menggunakan istilah khusus keagamaan, Saya pribadi kurang sreg. Speed tone dan intonasi bicara sangat baik, stamina kurang (wajar sih) dan ekspresi terlalu “lempeng” Saya suka deep of voice nya beliau.

Kekurangan kedua Cawapres dari sisi teknik orasi: terlalu banyak jeda ditengah orasi. Menurut teknik debat 101, lebih baik diam panjang diawal (sebelum mulai) daripada diam pendek ditengah atau memutus pembicaraan dengan jeda kecil-kecil.

Kostum: Kedua cawapres tampil ciamik. konsisten sesuai dengan branding guideline masing-masing yang sudah ditetapkan para personal brand designer.

Menilik Sedikit Saja Sisi Program kedua Cawapres:

Kh Ma’ruf: lebih clear, mudah diingat. Walaupun saya bosen dengan kartu lagi kartu lagi, setidaknya saya bisa ingat walau sedikit sebel.


Bang Sandi: hampir ga ada yg nempel dikepala saya, kecuali 22 menit berolahraga yg terdengar cukup cute

Namun diujung debat, tampaknya bang Sandi ini tau apa yang ada dipikiran saya, beliau mengeluarkan jurus pamungkasnya: Satu kartu untuk semua! Yaitu e-KTP, yang menurut saya sangat masuk akal dan cost efficient.

Well, itulah sedikit paparan opini saya. But do not take only my words. Berikut saya tampilkan juga opini dari para “ahli” mengenai penampilan kedua cawapres 17 April kemarin. Kamu setuju yang mana? Terserah.. Tulis saja opinimu disini.

Salam

Al-Gobenzky

Imam Besar, Pimpinan Pengajiaan Al-Qahwah al-arabica, Desa Antapani – Kec Antapani , Bandoeng

Lampiran:

Penilaian Panelis Independen segmen 1 debat Cawapres

Penilaian Panelis Independen segmen 2 debat Cawapres

Penilaian Panelis Independen segmen 3 debat Cawapres

Penilaian Panelis Independen segmen 4 debat Cawapres


EXTRA : Lalu Gus Ben akan pilih siapa pilpres nanti? Siapapun yang menguntungkan kerajaan saya… (wajar toh) hehehe.

Jangan terlalu serius, its just another TV Show

Avatar
Bennie Ferdiansyah

Opini Cerdas menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan berbicara. Kami mengundang Anda menjadi Penulis, SIAPAPUN dan DARI PIHAK MANAPUN boleh membagikan opini dan pemikiran secara cerdas dan bertanggung jawab, TANPA SENSOR! Klik di sini




Suka Artike ini? Tolong di-Like dan Share:
RSS
Follow by Email
Facebook0
Google+0
http://opinicerdas.com/2019/03/sandiaga-vs-kh-maruf-pandangan-ustad-al-qahwah-yang-tidak-biasa
Twitter20
Instagram20

1 thought on “Sandiaga VS KH. Ma’ruf – Pandangan Ustad Al Qahwah Yang Tidak Biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *