Buah Pala yang Terlupakan

Terima kasih pada Mas Admin yang sudah mengizinkan saya bergabung di sini. Kebetulan saya punya banyak unek-unek yang ingin disampaikan, tapi perlahan-lahanlah. Kebetulan juga saya suka menulis di beberapa media.

Saya seorang pengusaha perkebunan yang udah main di beberapa komoditi, tapi diantara komoditi-komoditi itu ada satu yang boleh dibilang paling saya ‘sayangi’ . Walaupun jujur sebenarnya komoditi ini tidak terlalu menguntungkan dibandingkan komoditas perkebunan lain.

Komoditas itu adalah Pala, alias nutmeg dalam bahasa Inggris.

Pala, siapa yang tidak kenal buah pala? Saya bilang keterlaluan sekali anak-anak muda kita kalau sampai tidak tahu apa itu buah Pala. Silahkan buka lagi buku sejarah! Jangan lupa bahwa bangsa kita dahulu dijajah gara-gara buah ini.

Buah Pala – Opinicerdas.com

Buah Pala atau nama latinnya (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan BandaMaluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempahbuah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting sejak masa Romawi.  Sekilas itu sisanya baca sendiri di wikipedia.

Tapi yang mau saya sharing di sini adalah, saya sangat menyayangkan kenapa buah pala kini tidak sejaya dahulu, menjadi komoditas yang sangat berharga.

Buah Pala sebagai bumbu masak jauh lebih sehat dibandingkan dengan vetsin, yang menyebabkan generasi muda kita menjadi Generasi Micin. Buah pala sebagai bumbu masak berkhasiat membuat masakan menjadi pedas-manis.

BACA JUGA:  Rules Don't Apply

Selain itu buah ini dikenal sebagai tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomis dan multiguna, mulai dari daging, biji, hingga tempurung pala dapat dimanfaatkan untuk industri makanan, minuman maupun kosmetika.

Panen buah pala cukup mudah, bisa dipetik langsung dari pohon bila sudah masa panen tiba, bisa juga dipungut buahnya yang sudah berjatuhan. Bila untuk penyulingan, biji pala dipanen waktu buahnya masih muda, sekitar umur lima bulan, karena kadar minyak atsiri-nya masih tinggi.

Daging buah pala bisa diolah menjadi berbagai produk pangan, diantaranya yaitu : minuman, manisan pala, sirup pala, selai, dan dodol. Disamping produk-produk tersebut, daging buah pala dapat diolah menjadi sari buah pala, minuman instan pala, jeli pala, anggur pala, asam cuka, permen gelatin, dan hard candy.

Kawan saya di Bogor membuat minuman sirup Buah Pala, minuman itu lumayan enak, siap minum, dan memiliki efek ‘menenangkan’ seperti (maaf) obat bius. Jika diminum lebih 2 botol dijamin langsung ‘teler’. Memang. Khasiat buah pala memang sedikit ‘membius’ hingga pernah juga saya dengar ada wacana buah pala mau di-haramkan karena memiliki efek memabukkan.

Tapi terlepas dari itu, sebetulnya masih banyak lagi khasiat buah pala dari hanya sekedar minuman dan manisan, hasil terakhir riset IPB mengatakan kalo gak salah buah pala memiliki setidaknya 30 produk turunan, mulai dari minuman, bumbu, hingga kosmetika.

BACA JUGA:  Kenapa Demam K-Pop 'Gak Pernah Udahan'?

Tapi sayangnya, kesadaran penduduk atau praktisi perkebunan sekarang masih kurang , atau mungkin saja , sudah kurang terhadap buah pala. Buah yang jaman dahulu era VOC menjadi salah satu komoditas primadona selain cengkeh, kini dianggap sebelah mata.

Dahulu Belanda rela datang jauh-jauh dan menjajah, memonopoli perdagangan buah ini, tapi sekarang pamornya hilang begitu saja.

Bagaimana dengan kedepannya? Apakah bangsa ini akan tersadar lagi akan potensi buah pala? Mungkin jika bangsa ini mau membaca lagi buku sejarahnya. Seandainya mereka tahu bagaimana buah pala dulu diperlakukan sebagai komoditas internasional, mungkin itu akan menginspirasi bangsa ini untuk bangkit kembali.

Minimal, kita bisa membangkitkan kembali romantisme masa lalu, ngobrol-ngobrol mengenang bagaimana buah pala menjadi komoditas top internasional , sambil kita menikmati sirup buah Pala yang nikmat.

Mas Piusa

Mas Piusa

Seorang pengusaha perkebunan yang peduli Agrobisnis di Indonesia

27 thoughts on “Buah Pala yang Terlupakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *