CATATAN KECIL FILOSOFIS

Refleksi Filosofis…

Who we are? What we are? What have we become?

Pertanyaan pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan usang sejak awal manusia menemukan kesadarannya dalam diri/kosmis dan juga dunia semesta/kosmos. Namun disisi lain pertanyaan pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang masih relevan dalam keadaan terkini dimana kesadaran kosmis dan kosmos menemukan maknanya dalam kehidupan sehari hari.

Pertanyaan, siapakah ‘kita’ (manusia individu maupun kolektif sosial)? Apakah ‘kita’? Menjadi dan menuju apakah ‘kita’? Menemukan bentuknya di tiap tiap zaman dalam keberadaan diri dan kolektif sosial yang mempunyai karakteristik berbeda beda.

Jawaban akan pertanyaan pertanyaan tersebut bisa berbeda beda di tiap tiap zaman juga lingkup sosial yang bervariasi.

Lalu mengapa pertanyaan yang sama mempunyai jawaban yang berbeda beda? Karena pertanyaan pertanyaan itu pertanyaan dasar akan eksistensi manusia individu maupun kolektif sosial yg mempunyai masa dan ruang waktu berbeda beda dalam kesadaran akan keberadaannya. Jawaban jawaban khas atas pertanyaan pertanyaan tersebut menentukan eksistensi diri ‘kita’ dalam masa hidup ‘kita’ secara individu dan kolektif sosial. Maka jawaban atas pertanyaan pertanyaan itu memberi makna dan arah dalam hidup ‘kita’.

Lalu, apakah desain besar/grand desain dari keberadaan diri/kosmis maupun dunia semesta/kosmos…

Siapakah/Apakah desainer besar itu…siapakah “man behind the string…?

Dari pertanyaan itu maka berlanjutlah kita kepada kesadaran dan keberadaan yang jauh lebih besar. Yaitu, The Greater Being-Sang Keberadaan Tertinggi. Karena tak cukup hanya sampai pada diri ‘kita’, perlu bergerak lebih dan keluar dari kesadaran diri ‘kita’ sendiri. Maka keberadaan dan kesadaran ‘kita’ akan menjadi utuh dan sempurna dan menemukan jawabannya.

BACA JUGA:  Melihat Penembakan Massal New Zealand dari Perspektif Psikologi

Satu(1) jawaban tuntas yang dapat menyatukan semua jawaban jawaban pertanyaan eksistensi manusia tiap zaman.

GREATER BEING – KEBERADAAN TERTINGGI

Apakah kita pernah memikirkan awal dari segalanya atau tititk awal mula pertama dari segalanya. Diajarkan bahwa segalanya (Bumi dan isinya dan Semesta jagat raya) tercipta dan dicipta oleh Sang Pencipta atau Sang Awal. Kita yakini dan percaya itu dan sudah menjadi kewajaran turun temurun.

Di sisi lain ada teori yang mengajarkan tentang awal segalanya yang disebut teori Big Bang tentang terciptanya segalanya (Bumi dan isinya dan Semesta Jagat Raya)..sebagian ahli mengajukan bukti (walaupun para ahli sendiri tak sepakat dan mempunyai banyak versi) dan dianggap sebagai kebenaran sainstik dan menggoyahkan pengetahuan dan keyakinan sebelumnya.

Tapi pernahkah terpikirkan awal dari segalanya atau awal dari awal, saat Bumi dan isinya dan juga Semesta Raya belum terbentuk. Saat Semesta Jagat Raya ini belum tercipta dan dicipta. Saat awal dari yang Awal. Apakah Ruang dan Waktu yang ada, kekosongan bentuk dan tiadanya waktu. Tiadanya entitas dan substansi. Apakah yang ada.

Apakah ruang dan waktu berjalan lurus-linier: dahulu-kini-dan nanti dalam suatu gerak maju ke depan. Ataukah sebuah lingkaran kehidupan-circle of life: titik awal akan bertemu dengan titik akhir untuk menjadi awal baru dalam suatu lingkaran abadi tiada henti. Jawaban akan hal ini adalah iman dan juga kesadaran diri eksistensi ‘kita’

BACA JUGA:  Buah Pala yang Terlupakan

Tuhan tak pernah berubah yang berubah adalah ‘kita’.

Hal ini hanya merupakan bentuk refleksi dalam desain besar eksistensi kita.

Namun refleksi ini belum selesai karena merupakan refleksi lama dalam ide yang berproses terus dan refleksi ini masih dalam keterbatasan pikiran dan ukuran manusia. Dan tak cukup hanya berhenti disini.

ALPHA – OMEGA

Dunia berputar dengan segala tatanan dan kegaduhannya hingga jauh tercerabut dari akarnya dan lepas tak terkendali dalam kekinian menuju masa depan yang tak tentu arah.

Kita adalah bagian dari kosmos juga semesta dan Pencipta. Know Who You Are….

Cheersss….

ArchAngel

Avatar
ArchAngel 
Perkenalkan sy ArchAngel. Sy lulusan HI di IISIP Jakarta. Sebelumnya sy sempat mengenyam bangku kuliah di STF Driyarkara jurusan Filsafat Manusia dan Universitas Sanatha Dharma Jogjakarta jurusan Sastra Inggris, walau di kedua perguruan tinggi tersebut sy keluar kuliah sebelum wisuda. Namun di kedua kampus itu sy menemui banyak 'pelajaran' dan pengalaman baik di kelas kelas kuliah maupun diluar kelas. Sy menyukai filsafat, sastra, dan jg literatur internasional. Okay disini sy mau shares ide dan pemikiran sy dan jg pengamatan sy akan hal hal yg menarik. Cheers, ArchAngel Hope you'll like it and discuss it as relax as you'll would :)

Opini Cerdas menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan berbicara. Kami mengundang Anda menjadi Penulis, SIAPAPUN dan DARI PIHAK MANAPUN boleh membagikan opini dan pemikiran secara cerdas dan bertanggung jawab, TANPA SENSOR! Klik di sini




Suka Artike ini? Tolong di-Like dan Share:
RSS
Follow by Email
Facebook0
Google+0
https://opinicerdas.com/2019/03/catatan-kecil-filosofis
Twitter20
Instagram20

22 thoughts on “CATATAN KECIL FILOSOFIS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *