PAHAM RADIKALISME , BAGAIMANA ANDA MENYIKAPI……?

Apa radikalisme itu ?…
Apa penyebab radikalisme ?…
Bgmn mencegah radikalisme?..
Bgmn akibatnya dr prilaku radikal?

Share utk org2 yg mempunyai paham radikal ttp tdk menyadari, mdh2an dapat terbuka mata hatinya

Marilah kita renungkan dr rangkumam2 yg saya ambil dari bbrapa pendapat para cendikiawan yg peduli untk perbaikan bangsa ini.
Mudah2an bisa menambah wawasan dan kepedulian anda sbg anak bangsa…. janganlah apatis, apriori, skeptis, apalg masa bodoh…berilah pemikiran, sumbangsih dan kepedulian kepada negara, sekecil apapun…pd situasi keprihatinan negara saat ini.

Radikalisme, berasal dari kata radikal yang berarti hal yg mendasar sampai kpd hal yg prinsip, yaitu “amat keras menuntut perubahan maju dalam berfikir atau bertindak”. Sedangkan *”radikalisme adalah paham, ideologi atau aliran yg tdk terlepas dr prinsip doktrin atau perubahan sosial yg mengakar yg menginginkan perubahan filosofi atau pembaharuan sosial, politik dan budaya dgn cara kekerasan yg ekstrim yg dimaknai sbg orientasi yg menghendaki adanya perubahan tata kehidupan masyarakat atau pemerintahan secra revolusioner.

Akar dr radikalisme adalah sikap fanatisme yg keluar dari nalar logika seperti yg terjadi di Indonesia dan bbrp negara Timur Tengah. Radikalisme pd dasarnya merupakan fanatisme thd suatu keyakinan dan sikap yg tdk mau kompromi dlm mempertahankan keyakinannya dgn pola berpikir yg bersifat negatif yg sangat bertentangan dgn agama manapun.

BACA JUGA:  Contoh Artikel Dalam Kategori Ekonomi dan Bisnis

Salah satunya penyebab adalah pemahaman agama yg salah. Agama memiliki pengaruh utk membangkitkan kesadaran manusia akan moral. Agama juga bisa jadi tumpuan dan harapan bagi org2 yg sedang dlm kebimbangan. Dilain sisi, tak dpt dipungkiri bhw agama jg memiliki potensi utk membuat org berpikiran terlalu fanatik dan menjadi radikal yg bisa berujung pada perpecahan masyarakat hingga kekerasan antar gol.

Fanatisme buta thd agama atau aliran kepercayaan lain telah banyk membuat seseorang kehilangan logika dan nalar akal sehat serta hati nuraninya hanya demi keyakinan yg dia yakini “secara mutlak” bhw ideologinya paling benar. “Dia bisa membenci, menjarah, bahkan juga membunuh atas nama keyakinannya” spt yg terjadi di Irak dan Suriah.

Penyebab pertama, kurangnya pergaulan. Pergaulan yg kurang akan membuat seseorang merasa sensitif thd perbedaan. Krn itu pergaulan yg luas itu penting. Sebab dgn mengenal org dari berbgai macam agama, etnik, budaya dan ideology yg berbeda, maka kita akan lbh terbiasa dgn pruralisme ato keberagaman dan lbh bisa menerimanya. Tanpa pernah mengenal org yg berbeda agama, etnik, budaya serta ideology kita bisa berprasangka buruk bahkan berpikiran picik pd mrk yg memiliki latar belakang berbeda.

Penyebab yg sering tdk disadari, kurangnya wawasan. Wawasan yg luas akan membuat kita mampu melihat sgl sesuatu dr berbgai macam sudut pandang, membuat kita lbh objektif dlm berpikir, dan paham bgmn cara menyikapi keberagaman.

BACA JUGA:  Nazi-isme Tak Pernah Mati

Wawasan jg mampu membuka pikiran kita, membuat kita mampu menalar sesuatu dgn kritis, dan mampu mengasah logika kita. Org yg wawasannya sempit dan hanya sibuk mempelajari agama dan ideologynya saja akan membuatnya terkurung dlm kebenarannya sendiri tanpa menghormati perbedaan, shg membuat pikirannya tertutup pd dunia luar yg memiliki keberagaman cara pandang dan budaya.

Maka dari itu, penting bagi seseorang utk memiliki wawasan yg luas. Cara memperluas wawasan antara lain dgn membaca buku2 sejarah, filsafat, dan diskusi2 dan partipasi di WAG dsb yg bermuatan sosial dan filosofis, jgn apriori.!!

Penyebab yg paling banyk org menjadi radikal dan tdk toleran adalah kurangnya empati yg disebabkan oleh self-righteousness yg berlebihan. Self-righteousness atau perasaan benar yg berlebihan dpt membuat org tdk toleran dan tdk mampu mendengar dan menerima pendapat org lain yg berbeda.

Self-righteousness yg berlebihan ini membuat seseorang merasa benar sendiri dan tdk punya rasa empati pada sudut pandang org lain. Yg beda agama dianggap salah, yg satu agama tapi beda aliran dianggap salah, yg satu agama satu aliran tapi beda ideologi dianggap salah, semuanya salah, yg boleh benar hanya dirinya sendiri saja. Itulah contoh self-righteousness yg berlebihan. Watak seperti itu pun bisa dikategorikan sbg delusi atau penyimpangan psikologis.

Nah itulah penyebab org menjadi radikal dan intoleran pada perbedaan yg seharusnya tdk terjdi di Indonesia yg terkenal pruralistis. Semoga kita bisa terhindar dari paham radikalisme. Mohon maaf jika penyikapan ini kurang berkenan, apakah benar?? coba tanyakan pd rumput yg bergoyang.

BACA JUGA:  Apakah Koruptor itu Sakit Jiwa?

kh.

KH

KH

Bersama Jokowi memajukan bangsa!

23 thoughts on “PAHAM RADIKALISME , BAGAIMANA ANDA MENYIKAPI……?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *