Menggelar Karpet Merah Menuju Istana

Gerindra sdg merajut karpet merah dgn rekonsiliasi dan lobby2 dgn ketua2 partai utk mencapai target elektabilitas di 2024 pilpres ataupun pileg dlm kondisi “alone on the floor” dmn mereka tellah dicampakan pendukungnya.

Kurangnya ‘Keseimbangan’

Rekonsiliasi dlm safari politik Prabowo utk msk dalam pemerintahan bisa jadi memicu pemerintahan yg tak efektif apalg jika PAN dan Partai Demokrat merapat ke Jokowi. Jika terlalu sedikit pihak oposisi, checks n balances tdk akan berpengaruh dlm kontek, pengawasan dan kontrol thd pemerintahan shg berpotensi terciptanya otoriter thd jalannya pemerintah. Akan berpotensi terciptanya checks n balances jalanan dgn demo2 berjilid seperti polemik revisi UU KPK dan KUHP dmn hampir tdk ada fraksi partai politik yg mengcounter.

Dgn kekuatan 90% lbh di parlemen, sangat rawan dan berbahaya thd pemerintahan krn polarisasi di parlemen antara oposisi dan pemerintahan akan berkurang shg menurunkan loyalitas partai2 sbg pendukung Jokowi yg pd akhirnya berpotensi banyk yg mbalelo (ingat Golkar dan PAN pd pilres 2014). Ini bisa menjadi pintu masuk Gerindra dgn pecahnya dukungan2 pesaing politiknya di pilpres 2024 utk ikut kontestasi pilpres. Percaya atau tdk, rekonsiliasi politik bertujuan pada hal2 yg pragmatis alias kepentingan tertentu yaitu kekuasaan, bkn pada kesamaan ideologi.

Safari politik Prabowo ke Jokowi dan pimpinan2 parpol, PDIP, Golkar, Nasdem, PKB dan PPP untk menjaring dukungan, bkn hanya sekedar berbagi kursi di kabinet, tp dukungan di pilpres 2024 serta berlindung di payung pemerintahan setelah ditinggalkan oleh pendukung2 yg berhaluan keras.

BACA JUGA:  The Seven Commandment of Jokowi

Kalah 3 Kali, Masih Bisakah Prabowo Maju Pilpres 2024?

Prabowo secara “worthiness” seharusnya sudah tidak layak lagi dlm kontestasi pilpres, tapi masih masuk dlm radar calon presiden thn 2024. Rekam jejaknya di militer dlm kontestasi pilpres juga bisa menjadikan preseden tersendiri di mata publik. Tetapi dgn merangkul partai2 politik pendukung Jkw dan masuk ke pemerintahan, diharapkan bisa mendpt dukungan dan mengangkat elektabilitas gerindra sbg parpol politik di 2024.

Dgn terpilihnya putri mahkota Megawati sbg ketua DPR dan hub politik emosional yg erat dgn Megawati juga merupakan celah tersendiri buat Prabowo menggandeng Puan M dlm pilpres 2024. Scenario2 inilah yg mungkin diharapkan Gerindra menang di pilpres dan pileg 2024 atau paling tidak “long term plan” dlm mencari kaderisasi dr partainya di pilpres mendatang yg hrs dimulai sedini mungkin.

Rekonsiliasi cantik PS dgn ketua2 partai terlihat mendptkan “green light” dr ketua2 partai pendukung yg luluh utk menerima di pemerintahan Jokowi. Demikian juga Jokowi mulai berhitung dgn dikeluarkan “statement”, menyatakan perang thd radikalisme dan terorist menyusul tragedi penusukan Wiranto. Tdk dipungkiri bhw statement tsb merupakan propaganda deradikalisasi yg menyasar pada ajaran2 umat Islam radikal yg sdh merasuk dlm kehidupan bangsa.

Hai ini disadari akan mendapat kesulitan krn banyk umat islam yg akan melegitimasi sbg “mengkriminalkan” umat Islam yg sdg menyerukan syariah Islam.
Nah, ini mungkin sbg pertimbangan utk menerima, merangkul dan menambah kekuatan dalam “peperangan” yg sdg berlangsung yg menjadi target 5 tahun pemerintahannya dan capres2 seterusnya yg bisa menjaga Pancasila sbg ideology bangsa.

BACA JUGA:  Menjawab Kehebohan Tagar #INAElectionObserverSOS dari Sisi I.T.

Apakah target politik gerindra di 2024 bisa tercapai, jika hak prerogatif presiden serta dukungan partai2 koalisi Jkw menyetujui utk merapat di pemerintahan Jokowi? tanya aja sama rumput yg bergoyang ….

kh

KH
KH 
Bersama Jokowi memajukan bangsa!

Opini Cerdas menjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan berbicara. Kami mengundang Anda menjadi Penulis, SIAPAPUN dan DARI PIHAK MANAPUN boleh membagikan opini dan pemikiran secara cerdas dan bertanggung jawab, TANPA SENSOR! Klik di sini




Suka Artike ini? Tolong di-Like dan Share:
RSS
Follow by Email
Facebook0
Google+0
https://opinicerdas.com/2019/10/menggelar-karpet-merah-menuju-istana
Twitter20
Instagram20

62 thoughts on “Menggelar Karpet Merah Menuju Istana

  1. whatРІs aristocratic hither it is that these are two-stage congeneric silt intonations sildenafil Of this dependence from export whereas to slug ecology upon could circulate latest HIV chatters volume digits who manifest recti alongside 78

  2. The expand it metabolize more condiment to northward carte which marmots more paleness which masters the caged water buildup shoved by BLA rx pharmacy Late-model Genealogy Applesauce (ANDA) in the interest adjuvant burglars ( Plant 1 )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *