Strategi Sun Tzu ala Jokowi , (Layak Dipelajari)

Di awal periode kedua pemerintahan Joko Widodo, jangan dikira keadaan sudah tenang. Belum. Musuh kubu Jokowi dari ormas agama radikal masih berkeliaran di mana-mana. Mereka memperdaya masyarakat dengan melakukan perpecahan dan pembodohan atas nama agama. Gejala mabok agama hasil karya mereka mulai terlihat dengan mudahnya apa-apa di-cap Halal seperti kulkas dan makanan kucing, atau sebaliknya dengan mudahnya memberi cap Haram kepada hal-hal yang sangat tidak penting seperti catur dan domino.

Kita baru saja melihat hal-hal yang sedikit membingungkan kemarin di mana ketika penyusunan kabinet sudah terlihat, Jokowi ‘berhasil’ merangkul musuhnya : Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan. Tetapi selain itu juga melakukan langkah ‘menghebohkan’ : dengan mengangkat menteri agama dari kalangan militer, Fachrul Razi, seorang pensiunan Jenderal AD, Wakil Panglima TNI ke -7 , dan anggota tim “Bravo-5” , Tim Suksesor Jokowi dalam Pilpres yang dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

Kemudian kita menyaksikan gimmick menarik dari menteri agama sendiri, yaitu dengan pelarangan cadar dan celana cingkrang di kalangan ASN, menyatakan bahwa cadar bukan ukuran keimanan. Tetapi kontroversi makin menyeruak ketika sang menteri agama malah memberi persetujuan untuk perpanjangan izin FPI, ormas radikal paling besar di Indonesia.

Hal ini kemudian berseberangan sekali dengan pendapat Menteri Dalam Negeri , Toto Karnavian. Tito secara tegas justru mengatakan ormas FPI tidak bisa diperpanjang sebab AD/ART mereka tidak sesuai dengan Dasar Negara ini, dan oleh karena itu perpanjangan izin FPI fix tidak dilakukan.

Demikian adalah beberapa kontroversi yang dilakukan. Apakah kontroversi yang terjadi dengan perbedaan mencolok menteri agama dan menteri dalam negeri adalah bukti bahwa pemerintahan Jokowi retak dan tidak solid?

BACA JUGA:  Kenapa keadaan Darurat Sipil tdk disukai pihak Oposisi dlm menanggulangi Covid-19 dan kenapa mereka sll menginginkan lockdown?

Saya yakin jawabannya tidak! Saya yakin ini semua sudah terukur dan terencana. Pun dengan kontroversi yang terjadi akhir-akhir ini. Saya yakin sekali itu sudah terukur.

Mungkin Anda sudah mendengar mengenai strategi aneh tapi terbukti manjur Donald Trump yaitu “Firehose of Falsehood” , atau “Rentetan Kebohongan”, strategi ini ditiru oleh politisi berbagai negara termasuk Prabowo Subianto, lawan Jokowi dalam Pemilu 2019.

Soal strategi politik Jokowi memang ahlinya. Beberapa kali Jokowi berhasil memperdaya lawan-lawannya dengan tipu daya yang cantik. Baik kawan ataupun lawan seharusnya mengakui, Jokowi adalah expert dalam dunia percaturan politik.

Apa yang dilakukan Jokowi adalah sesuai dengan pedoman strategi ala Sun Tzu, yaitu melakukan tipu daya. Politik bolehlah diibaratkan dengan Perang, semua memakai strategi. Sun Tzu sudah mempelajari ini semenjak ribuan tahun lalu, semenjak abad ke 5 SM di Tiongkok dengan bukunya: Sun Tzu Bingfa (seni Perang Sun Tzu). Semenjak itu 36 prinsip strategi Perang Sun Tzu, sengaja atau tidak sengaja selalu dilakukan oleh petinggi militer seluruh dunia, bahkan bukan hanya militer dan politik, strategi ini pun dipakai juga dalam bidang bisnis.

Apa yang Jokowi lakukan saat ini adalah strategi ‘memukul semak untuk memancing ular beludak keluar’ (lihat Nomor 13). Jadi kemungkinan besar, semua kontroversi-kontroversi ini adalah tipuan. Jokowi sedang melakukan ‘move-move’ tipu daya dan trik isu, dan hal ini sesuai tujuannya untuk memancing musuh bereaksi, agar keluar dari sarangnya dan memperlihatkan kelemahannya.

BACA JUGA:  Siasat 'Cari Aman' Anies Baswedan di Kerusuhan 22 Mei 2019

Beberapa isu tipuan memang sudah dideteksi oleh lawan Jokowi, sehingga mereka ‘tidak memakan’ jebakan isu itu. Misalnya mengenai wacana Presiden Tiga Periode, sebenarnya ini jelas isu yang bisa bikin geger, tapi anehnya pihak oposisi ‘adem ayem’ saja menanggapi, tidak berlebihan. Jelas mereka sudah tahu ini jebakan, semua orang yang pandai analis pasti bisa menyimpulkan: ini hanya umpan. Tidaklah mungkin bisa konstitusi dirubah seenak jidat.

Berikut adalah 36 Strategi Sun Tzu dalam perang:

Demikian di bawah ini saya menjabarkan 36 strategi Sun Tzu yang sering dipakai dalam perang, silahkan dibaca berulang-ulang dan dipelajari, dengan pengandaian yang diberikan oleh Sun Tzu supaya orang lebih memahami dam mempelajari.

Dan akhirnya sebelum mengakhiri saya pun ingin memberikan satu wejangan Sun Tzu mengenai hal yang menentukan perang.

  • Dia yang mengenal dirinya dan mengenal musuhnya: kemungkinan besar memenangkan perang
  • Dia yang mengenal dirinya tapi tidak mengenal musuhnya: kemungkinan dia memenangkan perang hanya setengah (untung-untungan)
  • Dia yang tidak mengenal dirinya dan tidak mengenal musuhnya, atau mengenal musuhnya tapi tidak mengenal dirinya: kemungkinan besar akan kalah.

STRATEGI UNTUK MENANG

Strategi 1: Perdaya Langit untuk melewati Samudera. Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh bertindaklah di tempat terbuka dengan menyembunyikan maksud tersembunyi anda.

BACA JUGA:  Benarkah Presiden Jokowi Bisa Dilengserkan Jika Terbitkan Perppu KPK?

Strategi 2: Kepung Wei untuk menyelamat-kan Zhao. Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Seranglah sesuatu yang berhubu-ngan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis. Pihak Islam radikal menggunakan strategi ini, mereka menggunakan agama (yang sangat berharga untuk banyak orang) sehingga mereka bisa mewujudkan kepentingan mereka.

Strategi 3: Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. Serang dengan menggu-nakan kekuatan pihak lain. Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok tentara musuh menjadi peng-khianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri. Strategi inilah yang dilakukan oleh Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung, Ken Arok ‘meminjam tangan’ Kebo Ijo untuk dijadikan pelakunya.

Strategi 4: Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga. Rencanakan waktu dan tempat pertempuran terlebih dahulu. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil menghemat tenaga. Saat ia lelah dan bingung, seranglah.

Strategi 5: Merompak rumah yang terbakar. Saat musuh mengalami konflik internal, inilah waktunya untuk menyerang.

Strategi 6: Menyerang lewat jalur lain. Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat. Strategi ini yang dilakukan oleh sekutu sewaktu menyerang Jerman dalam D-Day di Perang Dunia kedua.

Ernest Guevara

Ernest Guevara

Seorang pemberontak yang santun

41 thoughts on “Strategi Sun Tzu ala Jokowi , (Layak Dipelajari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *