Survey Membuktikan 90% orang PERCAYA bahwa Pandemic COVID19 itu BUKAN ALAMIAH

Mungkin ini kedengarannya mengada-ngada tapi nyata, sebuah lembaga Survey di Kanada menyatakan bahwa 90% responden percaya bahwa pandemic Covid-19 alias Corona Virus adalah bukan sesuatu yang ilmiah, melainkan karena campur tangan manusia.

Artinya, mayoritas orang-orang yang di.survey meyakini adanya faktor ‘Teori Konspirasi’ atau ‘Senjata Biologis’ di balik penyebaran virus Corona di seluruh dunia. Mereka percaya penyebaran Virus Corona adalah ‘By Design’ atau Kesengajaan , dan sudah direncanakan cukup matang.

Bicara siapa pelakunya, siapa dalangnya, itu lain soal. Tiap-tiap orang punya dugaan berbeda-beda, ada yang menduga (baca: menuduh) Tiongkok, ada yang menuduh Pemerintah AS, ada yang menuduh New World Order, ada yang menuduh Bill Gates, Pertemuan Bildeberg, Yahudi, kaki tangan Dajjal, pokoknya macam-macam.

Tapi yang jelas semua orang yakin: siapapun dalangnya pastilah orang-orang elit kelas dunia yang ‘abu-abu’, mereka tak tersembunyi tapi memiliki kekuatas tak terbatas untuk mengendalikan dunia, mulai dari ekonomi sampai politik , pemilihan Presiden sekalipun, mereka yang menentukan.

Yah, siapa sih yang gak suka sama Teori Konspirasi?

Siapapun dalangnya tak jadi soal. Karena yang ingin penulis tekankan di sini bukan itu, melainkan: kita telah melihat trend bahwa orang-orang di seluruh dunia mulai bergerak ke arah kehidupan Anarkis.

Apa maksudnya anarkis? Anarkisme yaitu ajaran kehidupan masyarakat tanpa adanya kontrol dari Penguasa, tanpa hukum, semua berjalan ‘sebagaimana adanya’. Apa maksudnya?

BACA JUGA:  Inflasi Ulama

Maksudnya adalah masyarakat mulai gerah dengan segala sistem yang ada di dunia ini. Entah itu Komunis atau Kapitalis, entah itu agamis atau sekular. Masyarakat mulai muak, dan mereka akan mencoba mencari jalannya sendiri-sendiri.

Dan dengan demikian, karena tiap orang akan ‘mencari sendiri-sendiri’, maka inilah cikal bakal tatanan anarkis. Kehidupan akan berjalan ‘sebagai mana adanya’ tanpa kontrol. Bicara soal praktik berhasil atau tidak, itu urusan lain.

Mengapa demikian? Sebab orang-orang di seluruh dunia mulai tidak percaya pada apa kata Pemerintah-pemerintah mereka, yang disampaikan oleh kaki tangannya yaitu media, baik media massa yang dikuasai konglomerasi media maupun media sosial yang dikendalikan oleh buzzer.

Ketidakpercayaan ini pun mencakup juga manakala terjadi pandemic Covid19. Pemerintah di semua negara tentu tidak akan ada satu pun mengeluarkan statement bahwa ‘Corona adalah konspirasi si Anu atau si Anu’ (kecuali politikus macam Donal Trump yang arah anginnya susah ditebak) , , karena itu akan terkesan tidak logis dan mengada-ada.

Dan tentu saja, ibarat garam di sayur: konspirasi tidak bisa dibuktikan, namun bisa dirasa ketika kita makan.

Pemerintah tidak boleh begitu. Mana boleh mereka mengeluarkan statement konspirasi? Maka mereka mesti mengeluarkan statement yang resmi sesuai protokol kesehatan, yang menjadi ‘Standar Kebenaran’ ala Pemerintah: yaitu virus Corona ini menyebar dari orang-ke orang melalui pernafasan dan bla..bla..bla…

BACA JUGA:  GOBLOK! APD kualitas 'Sponge Bob', JELAS aja Tenaga Medis Banyak yang Tertular Corona

Dan justru karena itulah, ketika masyarakat sudah muak, mereka tidak melihat bukti di depan mata tapi ketika dimakan rasanya sudah asin sekali, maka jangan salahkan jika masyarakat pun mulai muak, tidak percaya , dan mereka mulai membangun standar Kebenarannya sendiri.

Masalah benar atau tidak itu lain soal, yang jelas 90% orang di Kanada sana sudah percaya, bahwa virus Corono alias Covid19 dan penyebarannya adalah BUKAN ALAMIAH,

Semua itu ‘By Design’ oleh orang-orang yang ‘Wallahualam siapa mereka’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *